Home > Religion Is Bullshit > Agama VS Sains di Dunia The Simpsons

Agama VS Sains di Dunia The Simpsons

December 14, 2009 Leave a comment Go to comments

Jadi teringat kisah The Simpsons di anteve. I like Simpsons, karakter antihero yg unik dan satire banget, bener-bener bukan film kartun sembarangan. Episode kali ini yang akan saya bahas cukup menggelitik dan cukup menginspirasi tapi yang lebih penting, sangat relevan. Alur kisahnya mengingatkan akan debat panjang tak berkesudahan antara sains dan agama. Ketika sebuah fakta beredar di Springfield berupa sesuatu seperti kerangka manusia yang bersayap. Disini fakta adalah sesuatu yang bisa dijangkau oleh indera. Dari penemuan teresbut, perdebatan antara sains dan agama tak terelakkan, muncul dialog, ‘apakah fakta itu??’. Perdebatan semakin seru ketika disertai semangat fanatisme. Ada dialog yang menarik, ketika Lisa belum juga berhasil menjelaskan secara masuk akal, dibalik sikap skeptisnya. Para penduduk Springfield yang percaya bahwa sesuatu yang menyerupai fosil itu adalah malaikat, mereka mengatakan bahwa tak semuanya perlu untuk dijelaskan, apalagi secara ilmiah. “Mereka BUTUH untuk mempercayai sesuatu.”

Pertanyaannya, apakah kebutuhan tersebut selalu memicu semangat fanatisme ?? ketika fanatisme muncul, mengapa bisa mengabaikan logika dan rasionalitas, seperti menolak untuk memakai akal sehat dan cenderung membabi buta. Akibatnya dialog yang sehat pun tidak terjalin dan perang tidak terhindarkan. Kalau sudah begini, kita juga yang rugi. Polemik mengenai fosil malaikat di Springfield menuai titik klimaks ketika penduduk yang pro, didukung oleh semangat fanatisme tinggi terhadap simbol-simbol agama, membabi buta merusak dan menghancurkan segala macam yang dipandang sebagai simbol sains, seperti laboratorium, museum, dsb. (Katakan saja orang-orang ini adalah Front Pembela Malaikat). Tetapi selalu saja ada yang berusaha menarik keuntungan dari situasi seperti ini,situasi dimana kelompok orang menjadi hamba sebuah keyakinan tertentu. Diilustrasikan oleh tingkah Homer, yang memajang fosil malaikat itu untuk kepentingan pribadinya. Homer menjadi semacam “sesepuh” di kelompok tersebut. Tak usah dijelaskan apa kepentingan pribadi Homer lah yaa..hehe.

Di akhir cerita, siapa yang menang, sains atau agama ?? Wah ini pertanyaan menarik dan jawabannya juga tidak terduga. Ternyata di Springfield, pemenangnya adalah kapitalisme. Ya, ternyata fosil malaikat tersebut adalah akal-akalan para pengembang yang sedang membangun mall terbesar di dekat kota Springfield. Dan penduduk Springfield, melihat beragai produk konsumtif dan aneka sale, sontak melupakan konflik yang baru saja terjadi, dan berebutan untuk membelanjakan uang mereka. Dalam sekejap, mereka berganti agama : agama ‘belanja’.

Tentu saja cerita dunia The Simpsons adalah fiksi belaka. Tapi apabila anda merasa terganggu dengan kemiripan fenomena agama kisah tersebut dengan apa yang terjadi di kehidupan kita. Well..mungkin saatnya anda untuk …entahlah…saya tidak ingin menggurui…saya Cuma ingin bilang ..manusia adalah makhluk bertanya.

Pernahkah (tidak pernahkah) anda rindu dengan masa-masa lalu di hidup anda ketika dengan sangat bergairah mencari dan merenungi untuk kemudian mendapat pencerahan? Sekarang, saya rasa tidak banyak yang mampu menggugah gairah kita. Ah, semoga ini bukan pertanda klimaks atau jenuh. Atau yang paling buruk, merasa sudah menemukan jawab, sehingga tidak lagi meng-explore dan mencari.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: